31 July 2008

Naive by the Kooks


Akhirnya! Ada gambar di blog ini :) I am loving THE KOOKS - they make NAIVE become really different and fresh. http://www.imeem.com/people/zX3LwK/music/8Q7ajRlK/the_kooks_naive_acoustic/




*Gambar diambil dari http://delyrics.net/wp-content/uploads/2008/04/the_kooks.jpg

Dearest my best girl

Malem-malem, gw lagi idle – dateng SMS. From an old best girlfriend, ternyata – menanyakan suatu hal yang jarang ditanyakan oleh dia, dan membuat gw bertanya-tanya.

Teman 1
Gab, menurut lo cowo yang sexy tu yg kaya apa?

Gw
Hah? Jarang2 lo nanya beginian he2.. Not too build but not too skinny, yg jls ga stocky. Byk banget si gw mwny. Body build n tulang make ´em sexy. Aww, He must be hawt. Yumm :)

Teman 1
Gw sih suka yang putih, berkacamata, rapi, pake kemeja digulung, kancing-a kebuka dikit n wangi! ah, cupu amat c gw!

Gw
Yah, sexy itu kan relatif. Ada co yg suka ce skinny. Ada jg yg blg innocent church girl sexy. Emg knp tanya2?

Teman 1
Hny ingin tau apa yang sebenernya diingingkan wanita. Bagi gw yg sexy itu otak! Tapi scar, bekas cukuran, dada bidang, body berisi – uhm, that´s hot :)

Gw
Well, yg gw bilang tadi physicaly. Bekas shaving juga sexy ya :) honesty and spontanity is hot for me.


Yah, teman gw yang satu ini seringkali bertanya tentang laki-laki yang ini dan laki-laki yang itu kepada gw. Dia sering tanya, ´Duh, gw ngga banget ya? kesannya desperado banget – cici gw uda nanyain mulu, emang kenapa sih kalo single?´ (seperti kebanyakan teman perempuan lainnya).

Kemudian gw bakal jawab, ´Honey, it´s just normal when you are twenty something. Our sex drive is racing, and a hunger to be loved (OR EVEN TOUCHED) is a normal thing. Tapi pilihan kita buat jadi single, ya – itu pilihan kita, karena kita tau kita sudah siap untuk apa dan belum siap untuk apa.´

Iya sih, ngga semua orang punya pikiran yang sama. Some of us bahkan melakukan denial: we prefer to be single than to be desperately hunger in love, we are happy of being single. So what? Iya, kalo itu pilihan dari dasar hati yang paling dalam sih pasti hepi :) DIJAMIN!!! Tapi kalo itu cuma bentuk proteksi diri dari ke-single-an, yah sama aja – we ARE desperately hunger of love ditambah helpless! Lha parah kan?

Lalu dia tanya lagi, ´Gab gw bingung, ada cowo deketin gw. Dulu kita emang sempet deket tapi tiba-tiba ngga lagi. Lo tau kan, hubungan kita sempet ga enak.´


Gw
Lha terus apa yang dibingungin? Lo seneng apa ngga?

Teman 1
Ngga tau... Gw bingung, tapi gw ngga boleh suka sama dia.

Gw
Lha lo aja bingung apalagi gw!!! Emang siapa yang bilang lo ngga boleh suka dia? Kenapa, gitu?


Teman 1
Yaaaa, ngga tau – tapi gw memang membatasi diri gw aja untuk ngga suka sama dia. Gw ngga pengen suka sama cowo kaya dia.

Gw
Lha??? Ko gitu? Lagian kalo ntarnya tau-tau lo suka gimana? You can´t ever choose with whom you fall ini love, beybi – tapi lo bisa mengendalikan hati lo. Jalanin aja dulu, lo kan belum kenal banget sama dia. Siapa tau dia cowo yang lo cari. Kenapa sih? Dia kurang putih? (teman gw ini pecinta lelaki putih bersih mulus – aneh)

Teman 1
Yah, begitulah. Gw lebih suka sama yang ini, ini, dan ini.

Gw (dalam hati)
Yaelah, nih orang – ngga mau dibilang picky tapi banyak mau, padahal ngga ada yang salah dari par lelaki yang mendekati dia.


Gw
Lha terus yang laki-laki3 gimana? Dia udah balik ke Sydney? Lo suka ga sih sama dia?

Teman 1
Suka, tapi gw bingung. Gimana mendekatinya... The good news is dia bakal balik dari Sydney tinggal di Indonesia. Gw udah dapet nomor handphone-nya, Gab.

Gw
Nah? Terus kenapa ngga di-sms? Jangan bilang lo anti SMS duluan... Lo tu ya, REMPONG BET!!!

Teman 1
Sedikit, lagian gw ngga tau cara SMS-nya. Gw takut... (begini, begitu, and so on...)

Perhatikan bagian ini:

Teman 1
Yah, sebenernya bukannya gw ngga boleh suka sama laki-laki 1, dan bukannya gw juga ngga suka sama lak-laki 2. Gw juga ngga apa-apa sama laki-laki 3. Gw cuma pengen Laki-laki 4 (which is anak SMA kelas 1) physically, dengan keadaan yang lebih dewasa. I want someone better.

INI DIA INTINYA! Well, i will let you know. Iya, you – my bestgirl :) Don´t you realize that every time a better guy comes into your life, you always want another better one. Keadaannya seperti siklus yang ngga pernah berhenti. Di satu sisi lo selalu bilang, ´Gw ngga pengen seseorang yang sempurna koq,´ tapi di sisi lain ´that guy´ - semacam orang yang lo pengen itu, adalah yang sempurna buat lo. Di satu sisi lo selalu tanya, ´apa salahnya jadi single sih?´ di sisi lain lo SELALU MENGELUH, ´hah – coba gw punya cowo...´


Love, it would never bring you to the finish line. And you will be a perfectly-happy-single (ngakunya), tapi sering cursing yourself for wishing a-kind of that-man in your life. Well... just set your heart free because we are nothing more than women.




Are we simply romantically challenged, or are we sluts? (CARRIE – Sex and The City)


*Ngomong-ngomong, ni film kaga masuk Bandung apa? Lama banget...

AS HARD AS IT IS

JUDGING is not our part. Ya, itu pernyataan – yang akan diikuti banyak buntut pastinya.


  1. Saya mengejar kesempurnaan sehingga penghakiman akan menjadi masukan buat saya.

  2. Saya ngga peduli orang mau bilang apa, saya emang begini.

  3. Yah, apapun yang dikatakan pasti bermaksud baik – akan membawa progress buat kita sendiri (so´ positi...f!)

  4. Ngga bisa ngaca apa tu orang?!

  5. ... (isi sendiri)

  6. ... (isi sendiri)


Well, what I think is – we are only human born to make mistake, that is definitely right. But, not absolutely right. We were born as a sinner – tapi kita dikasih kesempatan hidup untuk memperbaiki hal tersebut. To be judged is as hard as to try to live our life best (denote that we are sinner who try to live true). So what´s the difference? Dua-duanya sama susah, sama-sama ngga enak. Enjoy the circumstances and just try to let go our ego is the best thing – at least I think so :)


Live life easily but not helplessly, without trying always to be helpful. No need to be too care about others´ saying. As long as we do everything with a pure heart. Halahh...

All New

Well... what would I say 1st... Ajigileeee, ni blog tulisan semua udah gitu postingan terakhir taun lalu! And I think that I should start writing again. All the things that I have going through, all the changes that I made, and all the circumstances that I have faced - they are all just bring an ALL NEW things.



We change and we grow
We learn then we know
Now we have known and we have grown
How to face all the sorrow
And face a better tomorrow



T*eah... so wise banget sih gw

21 October 2007

This is what they call: "Cape Deh"

Hm – judging is not our part. That’s what I am going to say. Gua bingung mau ngomong sama siapa lagi – mau share sama siapa lagi. But that’s life. Kita ngga bisa menghindari atau mencegah orang lain untuk menilai – atau bahkan menghakimi kita. Life is about choices and consequences – hal itu ngga bisa disangkal.

Sampe di titik ini, gua baru sadar – true friends are really hard to found. In this kind of situation juga, gua baru bisa tau – siapa yang bener-bener temen gua. I mean “sahabat”. Close friends and very close friends – I have plenty of them. Ya, ngga untuk very close friends sih… Very close friends adalah teman-teman, yang kepada mereka kita berbagi; dateng waktu susah dan seneng; mereka adalah salah satu pribadi pertama yang kita datangi waktu kita punya kabar (halah!). Ya gitulah maksud gua…

Menurut gua yang membedakan very close friends and best friends adalah tingkat penghargaan dan kasih mereka kepada kita. I am tired of judging. SERIUS. Ini paling cape deh pokonya. Gua ngga menolak dan tetap akan menghargai penilaian orang-orang terhadap gua (walaupun urusan mau gua tanggepin atau ngga penilaiannya adalah urusan gua). Pada awalnya gua hanya beranggapan bahwa “Kita ngga bisa melepaskan diri dari penilaian orang-orang di sekitar kita terhadap kita selama kita hidup,” tapi ternyata masih banyak juga orang yang menghakimi.

Judging is God’s part – memang. Gua juga ngga bilang bahwa gua ngga pernah menghakimi orang – mungkin ngga sadar pernah. Tapi judging sepertinya ngga perlu sampe dikatakan, judging dalam hati aja uda salah. Dan jujur aja for some persons, being judged even when you don’t tell it to them or talking about it with another persons – bisa berasa. Maksudnya uda berasa dihakimi, walaupun kita ngga ngomong. Dan gua adalah tipe orang yang kaya gitu. Heyyy, I know when you are judging me – thru your eyes and thru your mind, even it’s more clear thru your spoken words, yang mungkin ngga disadari meluncur dari bibir.

Makanya sekarang gua mengubah, atau tepatnya melengkapi anggapan gua menjadi “Kita ngga bisa melepaskan diri dari penilaian BAHKAN PENGHAKIMAN orang-orang di sekitar kita terhadap kita selama kita hidup.” Hahaha… That’s life – kandang serigala, beberapa di antaranya berbulu domba. Mungkin sekarang gua harus mulai belajar untuk tutup kuping atau ngga peduli sama perkataan orang-orang di sekitar gua, kalau sebenernya hati gua ngga kaya gitu. ‘Cause nobody knows us like God does – Tuhan yang liat hati kita bukan orang lain.

Hm repot ya… sakit juga sih, apalagi it comes from close persons around us. People: they wont care about what you are feeling and what circumstances you are in, karena free will pada setiap manusia sepertinya membuat hampir sebagian besar manusia jadi selfish. Mending ngaca dulu ya, sebelum ngomong?! Hehehe…

20 October 2007

Kata Siapa?

Kadang kita susah melepaskan hal-hal yang sudah kita lihat baik di mata kita. SEMUANYA BAIK dan tidak ada kesalahan apapun terhadap hal tersebut dari sudut pandang kita. Tapi terkadang - ternyata kita perlu bahkan HARUS melepaskan hal-hal yang baik tersebut. Hmm... Susah. Ya, susah SEKALI. Jujur aja waktu gw harus melakukan hal itu, sulit rasanya. "Hey! There is nothing wrong with the things that i do. Gw ngga ngerugiin orang lain, bahkan gw tumbuh dan belajar bersamanya. So why should i have to let it go?" itu yang gw pikirkan.

Tapi kalo yang bilang we have to let go itu TUHAN gimana??? TUHAN - pribadi yang paling berkuasa atas segala hal yang ada di muka bumi ini... Jadilah begini, mau ngga mau - we have to let go, just like what i am doing now...

Hati gw masih belajar menerima bahwa gw harus melepaskan hal itu dan berjalan bersama rencana-Nya yang jauh lebih baik. Mungkin buat ga ini sudah baik - tapi belum buat Tuhan. Mungkin menurut pandangan manusia ini udah yang terbaik, tapi cuma baik buat Tuhan. So I decide to obey what God says. Karena bukan berarti satu waktu nanti gw udah ngga bisa mendapatkan hal yang gw lepaskan itu kembali. Mungkin gw bakal dapetin hal itu lagi dalam kondisi yang jauh lebih baik :)

Saya belajar berbesar hati dan merendahkan hati - halahhhh... Sial, tulisan gw dangdut banget yak?

Ini kata siapa ya... "Kalo kita ngga pernah melepaskan hal-hal yang menurut kita baik, kita ngga akan pernah mendapatkan hal-hal yang terbaik."

I pray for the best
*smile*

Sayang...

Sayang – itu yang ada di otak gw setiap kali gw muter-muter Bandung. Rasanya sudah berkali-kali, dan ke banyak orang gw bilang: “Sayang ya, Bandung ngga dirawat…” Gw GEMES (dan geram sepertinya) melihat tata kota Bandung ini. Seandainya setiap pemimpin kota memiliki penghargaan terhadap warisan kotanya, gw percaya kota itu akan jadi bagus. Duh, gimana ya ngomongnya – ya gitu, ah sial! Susah gw ngejelasinnya…

Gini, Bandung itu kan bagus ya… Buanyaaaak banget bangunan kunonya – yang sampe sekarang masih bertahan walaupun kondisinya sudah tidak sebaik dulu. Bayangkan kalau saja, pemerintah kota ini menghargai heritage-heritage yang ada, pariwisata Bandung pasti jauh lebih maju. Mungkin selain jadi kota wisata belanja (hehehe… macetmacetmacet), bisa jadi kota wisata budaya. Kebayang deh, kalau dipelihara – arsitektur di Bandung ini pasti keren banget. Sebenernya hanya perlu maintenance. Liat aja, sampe sekarang – ga dirawat gini, bangunannya masih berdiri kokoh dan masih bisa diliat bagusnya, APALAGI DIRAWAT! Huhh, EMOSI gw… Padahal gw bukan penduduk Bandung asli (Hey, JAKARTA! Aku juga benci melihat dirimu sekarang ini).

Mm, dan Bandung, maksudnya di sini – mulai banyak bangunan-bangunan tinggi, walaupun belum mencakar langit. LOL. Kayaknya akan menuju ke sana. PLEASE, STOP IT! Ngga cocok… Bandung itu kan dikelilingi gunung, ngapain dibentengin pake gedung-gedung beton gitu lagi… Duh… Mungkin memang perlu, tapi konsep tata kotanya mulai ngga jelas – semrawut. Please (please deh bahasanya!) jangan kaya kJakarta… Mau hijrah ke mana lagi gw (+ gw mewakili orang Jakarta lainnya)…

Dan ternyata eh ternyata, mulai banyak rumah-rumah (permukiman) kumuh ya… Yang kalo ngga diantisipasi dari sekarang bisa kaya Jakarta kota resah itu. Masalahnya apa ya?????
Bagus-bagus ga diperlihara, sayang… Nasi uda jadi bubur sih ni…